Saturday, August 30, 2014

GLOBALISASI

GLOBALISASI

Mengenal Globalisasi

Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya,popular, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain.Cochrane dan Pain berpendapat bahwa sebuah globalisasi, yakni munculnya sebuah sistem ekonomi dan budaya global yang membuat manusia di seluruh dunia menjadi sebuah masyarakat tunggal yang global. Sedangkan Cohen dan Kennedy berpendapat bahawa globalisasi adalah “seperangkat transformasi yang saling memperkuat” dunia, yang meliputi hal-hal berikut. Perubahan dalam konsep ruang dan waktu,Pasar dan produksi ekonomi di Negara-negara yang berbeda, Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa.
Meningkatnya masalah bersama, misalnya :

a. Ekonomi
b. Lingkungan
c. Permasalahan lazim lainnya termasuk kesehatan dunia

Kennedy dan Cohen menyimpulkan bahwa transformasi ini telah membawa kita pada globalisme, sebuah kesadaran dan pemahaman baru bahwa dunia adalah satu. Giddens menegaskan bahwa kebanyakan dari kita sadar bahwa sebenarnya diri kita turut ambil bagian dalam sebuah “dunia yang terus berubah tanpa terkendali” yang ditandai dengan selera dan rasa ketertarikan akan hal yang sama, perubahan dan ketidakpastian, serta kenyataan yang mungkin terjadi. Peter Drucker menyebutkan globalisasi sebagai “zaman transformasi sosial”. Setiap beberapa ratus tahun dalam sejarah manusia, transformasi hebat terjadi. Dalam beberapa dekade saja, masyarakat telah berubah kembali baik dalam pandangan mengenai dunia, nilai-nilai dasar, struktur politik dan sosial, maupun seni. Lima puluh tahun kemudian, muncullah sebuah dunia baru,Rosabeth Moss Kanter menganalogikan globalisasi seperti sebuah pusat perbelanjaan global. Dunia menjadi sebuah pusat perbelanjaan global dalam gagasan dan produksinya tersedia di setiap tempat pada saat yang sama.Selain itu globalisasi juga merupakan fenomena berwajah majemuk. Istilah globalisasi sering di indentikkan dengan : Internasionalisasi, yaitu hubungan antarnegara, meluasnya alur perdagangan dan penanaman modal. Liberalisasi, yaitu pencabutan pembatasan – pembatasan pemerintah untuk membuka ekonomi tampa pagar dalam hambatan perdagangan, pembatasan keluar masuk mata uang, kendali devisa, dan izin masuk suatu Negara.Universallisasi, yaitu ragam selera atau gaya hidup seperti pakaian, makanan, kendaraan, diseluruh pelosok penjuru dunia. Westernisasi, atau amerikanisasi, yaitu ragam hidup model budaya barat atau amerika. Teritorialisasi, yaitu perubahn – perubahan geografis sehingga suang social dalam perbatasan, tempat, dan jarak menjadi berubah.

Analisis Klasik Tentang Globalisasi

Ada tiga analisis teoritis tentang globalisasi yang tergolong klasik :

1. Teory Imperialisme
Dalam dominasi imperialisme dunia terbagi secara asismetris dari gambaran perjuangan kelas internal minoritas kelas pemilik menindas mayoritas kelas yang tidak memiliki, hal ini juga yang dapat melahirkan perjuangan kelas eksternal dalam artian global dimana sejumlah kecil kapitalis metropolitan menindas segolongan besar masyarakat yang kurang berkembang atau terbelakang.

2. Teory ketergantungan
Teory ini mengansumsikan bahwa keterbelakangan Negara – Negara berkembang tak hanya disebabkan oleh factor internal akan tetapi juga di sebabkan oleh factor eksternal. Yaitu adanya dominasi Negara Negara industry terhadap Negara terbelakang.

3. Teory system dunia
Pembangunan trasportasi, teknologi, militer dan komunikasi mempercepat perkembangan dunia system kapitalis ke seluruh dunia, akibatnya dunia terbagi dalam tiga strata yakni inti ( Negara Maju ) pinggiran (Negara berkembang) dan semi pinggiran ( Negara terbelakang).

Dari ketiga analisa di atas hampir semuanya memusatkan perhatianya pada bidang ekonomi dan bertujuan menjelaskan mekanisme penindasan dan ketidakadilan. Jadi, jelas ketiga analisa di atas lebih berakar marxis dan berpandangan kiri.Pusat perhatian masa kini : Globalisasi KulturBenturan cultural jelas terlihat sangat menonjol ketika peradaban barat merasuk kedalam peradaban pribumi sebagai kawasan jajahan mereka. Sedemikian hebatnya penetrasi cultural barat ini sehingga pada abad ke 20 sudah sedikit masyarakat tradisional yang tersisa di bumi ini. Hampir seluruh penduduk dunia telah mengalami kontak berkepanjangan dengan masyarakat barat modern yang mendominasi di bidang industry dan kekuatan politik.Citra Globalisasi Dunia dan Ideologi Globalisme, Berbagai citra baru tentang dunia muncul. Sebahgian masih berada di tingkat pemikiran berlandaskan akal sehat dan sebahgian lagi sudah diungkap dalam bentuk ideology khusus seperti globalisme atau anti globalisme.Robertson mengemukakan sebuah tipologi citra tentang tatanan dunia menurutnya ada empat citra globalisasi :Citra pertama yaitu komunitas global I, membayangkan dunia sebagai mozaik komunitas komunitas yang berhubungan erat, dengan tatanan cultural dan kelembagaan yang sederajat dan unik, atau bertingkat dengan komonitas unggul tertentu di puncaknya.Citra kedua yaitu komunitas dunia II, menekankan pada kesatuan umat dan menganjurkan terbentuknya komonitas global penuh atau dusun dunia dengan consensus nilai dan gagasan seluruh dunia.Citra ketiga yaitu Masyarakat global I, melihat dunia sebagai mozaik Negara berdaulat, saling terbuka, dan terlibat dalam pertukaran intensif di bidang ekonomi, politik, dan cultural.Citra keempat, masyarakat global II, membayangkan penyatuan Negara – Negara dunia di bawah pemerintahan dunia baik berbentuk pemerintahan supra nasional atau pemerintahan federasi yang kompak.Kontroversi dan kompetisi antara keempat citra diatas, merupakan bagian penting dari tema perdebatan dari tema perdebatan intelektual kini.

Penanaman nilai – nilai Universal dalam konsep Globalisasi

Dengan Adanya interaksi, keterkaitan, serta ketergantungan antara Negara maju dengan Negara berkembang, membuat perlunya ada penanaman ataupun pemahaman terhadap nilai-nilai yang bersifat universal dalam konsep global, nilai – nilai yang bersifat universal ini biasanya dikampanyekan melalui isu – isu global, misalnya ( pelestarian lingkungan hidup , terorisme, global warning, kerusakan hutan, hak asasi manusia , bantuan asing dll ) . namun dalam penerapannya isu tersebut mengalami kendalan, karena adanya pandangan yang menyatakan bahwa isu – isu tersebut sengaja dibuat untuk kepentingan Negara – Negara industry terhadap Negara berkembang, contoh misalnya adanya pemahaman nilai tentang jangan merusak hutan dan melestarikan tumbuh – tumbuhan, hal ini dianggap sengaja dikampanyekan oleh sebahgian negara industri guna untuk memenuhi kebutuhan bahan mentah bagi kelansungan produksi mereka, sebagaimana kita ketahui bahwa mayoritas Negara industry yang dominan berada di daratan eropa sangat kekurangan sumber daya alam atau bahan – bahan mentah.

Kesimpulan :

Dari Pembahasan diatas maka dapat kita pahami bahwa Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya,popular, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain. Konsep Globalisasi lahir sebagai sebuah pengaruh yang mendunia, adanya kepentingan antara satu Negara dengan negaralainnya menjadi dasar lahirnya globalisasi. Walaupun Pada Penerapan dan pemahamanya berbeda – beda, hal ini mungkin dikarenakan adanya besar ketimpangan yang terjadi antara Negara maju dengan Negara berkembang, sehingga timbul pandangan bahwa Negara maju lebih kepada subject ( Pihak yang diuntungkan) sedangkan Negara berkembang sebagai Objec (Korban Globalisasi). Terlepas dari uraian itu semua apabila Konsep globalisasi ini diterapkan atas kepentingan bersama maka bukan tidak mungkin kita akan melihat tatanan dunia yang lebih baik kedepannya

0 comments:

Post a Comment

resep donat empuk ala dunkin donut resep kue cubit coklat enak dan sederhana resep donat kentang empuk lembut dan enak resep es krim goreng coklat kriuk mudah dan sederhana resep es krim coklat lembut resep bolu karamel panggang sarang semut