Tuesday, December 29, 2015

Makhluk Paling Membingungkan



Sewaktu Dalai Lama ditanya siapakah mahluk yang paling membingungkan di dunia ini?

Beliau menjawab : "MANUSIA, karena dia mengorbankan kesehatannya hanya demi uang, Lalu dia mengorbankan uangnya demi kesehatannya".

Kemudian Dalai Lama menjelaskan lebih lanjut: "Manusia sangat kuatir dengan masa depannya, hingga dia tidak bisa menikmati masa kini, Akhirnya dia tidak hidup di masa depan ataupun di masa kini;

Manusia hidup seolah-olah tidak akan mati, lalu dia mati tanpa pernah menikmati apa itu hidup." Bersyukurlah dengan apa yang selama ini kita peroleh dan nikmatilah, karena kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi dihari esok.

TETAPLAH RENDAH HATI seberapapun tinggi kedudukan kita. TETAPLAH PERCAYA DIRI seberapapun banyaknya kekurangan kita.

Jangan sombong karena kaya dan berkedudukan dan jangan merasa rendah diri karena miskin dan terhinakan. Ingatlah bahwa ketika lahir dua tangan kita kosong dan ketika meninggal kedua tangan kita juga kosong; Datang dan pergi kita tidak membawa apa-apa.

Saat datang "diiringi oleh tangis",  Ketika pergi juga hanya "diantar oleh tangis". Hanya "Pahala Kebajikan atau Gelimang Dosa" yang akan menyertai kepulangan kita.

Bukankah kita semua "hanyalah tamu di dunia" ini dan semua milik kita "sekedar titipan"..? 
Karena itu dalam keadaan apapun "TETAPLAH BERSYUKUR, dan HIDUPLAH" disaat yang nyata untuk kita, yaitu "SAAT INI", bukan dari bayang-bayang "MASA LALU" dan jangan mencemaskan "MASA DATANG" yang belum tiba

Wednesday, November 25, 2015

Di Balik Layar Sang Pejuang Referendum

Gambar Spanduk Yang Menuliskan REFERENDUM.(Google Image)

ACEH LON SAYANG, ACEH LON MALANG. Begitulah suasana kehidupan di Aceh pasca pencabutan status Daerah Operasi Militer (DOM), pada 7 Agustus 1998. Harapan akan bisa menjalani kehidupan yang normal, tanpa takut terhadap aksi-aksi kekerasan, penculikan, maupun pembunuhan yang sempat terbersit di benak setiap orang Aceh hanya menjadi impian semu belaka. Penculikan dan pembunuhan secara misterius masih tetap terjadi. Bahkan tidak lama setelah itu, Baharuddin Jusuf Habibie, selaku Presiden Republik Indonesia saat itu, kembali meneruskan luka Aceh dari pendahulunya Mantan Presiden Soeharto. Penerapan operasi militer baru yang diberi nama “Operasi Wibawa” diterapkan lagi pada awal Januari 1999.

Kondisi Aceh yang semakin lama semakin tidak menentu ini membuat gerakan sipil dan tokoh masyarakat Aceh mulai meningkatkan perlawanannya. Berbagai aksi demonstrasi serta sumbangsih pemikiran untuk memberikan berbagai solusi politik sebagai upaya kompromi dengan pemerintah pusat pun dilakukan.

Puncaknya terjadi saat mahasiswa dan pemuda Aceh menggelar kongres perdananya. Kongres itu diberi nama Kongres Mahasiswa Pemuda Aceh Serantau (KOMPAS). 104 lembaga Mahasiswa, santri, pemuda, pelajar, district organization, pressure groups, dan lembaga solidaritas masyarakat Aceh yang ada di seluruh Aceh, luar Aceh, bahkan di luar negeri mengikuti kongres tersebut.

Tuesday, November 3, 2015

Abu Nawas dan Raja Harun Al-Rasyid

Baginda Raja Harun Al-Rasyid kelihatan murung. Semua menterinya tidak ada yang sanggup menemukan jawaban dari dua pertanyaan Baginda. Bahkan para penasihat kerajaan pun merasa tidak mampu memberi penjelasan yang memuaskan Baginda. Padahal Baginda sendiri ingin mengetahui jawaban yang sebenarnya.

Mungkin karena amat penasaran, para penasihat Baginda menyarankan agar Abu Nawas saja yang memecahkan dua teka-teki yang membingungkan itu. Tidak begitu lama Abu Nawas dihadapkan. Baginda mengatakan bahwa akhir-akhir ini ia sulit tidur karena diganggu oleh keingintahuan menyingkap dua rahasia alam. 
  

Monday, October 26, 2015

Tarian Cahaya

Suatu hari seorang sahabat yang tidak bisa melihat sekaligus pintar berdebat datang ke seorang Guru. Ia minta diterangkan soal cahaya. Asal cahaya bisa ia rasakan, sentuh, cium baunya, ia akan percaya bahwa cahaya itu ada. Di akhir permintaannya, orang buta ini mengeluh sambil marah-marah: “orang-orang kebanyakan menuduh saya buta cahaya, padahal merekalah yang bohong soal cahaya”.
 
Pengetahuan Yang Membutakan
 
Dalam kadar dan bentuk yang berbeda, manusia kebanyakan seperti orang buta di atas. Menduga kehidupan hanya seluas mata memandang, hanya sejauh apa yang bisa dipikirkan, hanya sesempit perasaan. Dan bahayanya, berbekalkan wawasan yang terbatas kemudian menyerang dan menghakimi orang.

Dalam keadaan demikian, pengetahuan bukan menjadi sumber cahaya, sebaliknya ia menjadi sumber kegelapan. Kalau filsuf Descartes menulis “saya berfikir maka saya ada”, orang-orang jenis ini kalau tidak terbimbing baik bisa jatuh ke jurang berbahaya dalam bentuk “saya berfikir maka saya menyerang”. Di tangan manusia seperti ini, pengetahuan menjadi senjata yang sangat melukai. Itu sebabnya pengikut Socrates mengembangkan dialog Socrates. Sebentuk pertukaran pengetahuan yang dilakukan dengan cara yang sangat santun, ia dimulai dengan niat saling berbagi cahaya, ia jauh dari sikap bermusuhan dan saling menyerang. Dialog Socrates dilakukan mengikuti hukum alam, telinga ada dua, mulut ada satu. Artinya, seseorang belajar mendengar dua kali lebih banyak dibandingkan berbicara. Dengan cara ini, pengetahuan tidak lagi membutakan.

Pengetahuan Yang Menerangi

Kembali ke cerita orang buta di awal cerita yang menyebut orang lain bohong soal cahaya, oleh Guru orang ini ditangani secara sangat baik dan halus. Dengan tenang Guru bergumam: “Hari ini bukan waktu baik untuk berdebat. Tapi saya punya seorang teman dekat sekaligus dokter spesialis mata. Tolong Anda pergi ke sana, sepulang dari sana baru ada waktu baik untuk berdialog”.

Beberapa waktu kemudian, setelah orang buta ini bisa melihat, ia lari mencium kaki Guru dengan penuh rasa hormat, kemudian sambil berbisik ia bergumam: “ternyata cahaya itu ada”. Di tangan seorang Guru bijaksana, pengetahuan jauh dari kegelapan yang penuh penghakiman, pengetahuan menjadi cahaya yang sangat menerangi. Dan pengetahuan yang menerangi dimulai dengan pertanyaan siapa diri ini. Dengan pengetahuan akan diri, kemudian seseorang bisa melangkah sesuai dengan panggilan alami masing-masing.

Keadaannya mirip dengan memasuki hutan tua kehidupan. Jika Anda seorang nelayan, cari danau tempat Anda memancing. Bila Anda seorang tukang kayu, cari pohon kering untuk dipotong. Tanpa pengetahuan akan diri, kebanyakan orang akan tersesat di hutan tua kehidupan. Itu sebabnya, sebelum berdialog dengan orang buta di atas, Guru mengirim orang buta tadi ke dokter mata.

Anda Adalah Cahaya
 
Dibimbing oleh pengetahuan akan diri, kemudian seseorang akan lebih mudah melangkah. Ia sesederhana supir yang menikmati sekali pekerjaannya menyetir mobil, tukang masak yang menyatu dengan kesehariannya yang memasak. Itu sebabnya, seorang Guru zen menjelaskan meditasi secara sederhana tapi sangat mendalam: “meditasi adalah makan tatkala lapar, minum saat haus”.
 
Sederhananya, apa pun kesehariannya ingat selalu untuk menyatu dengan kekinian. Dalam pesan yang sering diungkapkan di kelas-kelas meditasi: “terima, mengalir, senyum”. Dengan pengalaman kebersatuan seperti ini, Anda adalah cahaya. Serupa dengan cahaya listrik yang mensintesakan positif dan negatif, dalam pendekatan meditatif seperti ini semua bentuk pengalaman kekinian disintesakan. Dan tidak perlu terkejut kalau kemudian Anda bisa melihat cahaya, tidak perlu terkejut jika pengetahuan Anda demikian bercahaya.

Di jajaran Guru yang sudah berjumpa cahaya, membadankan cahaya, memancarkan cahaya, kerap terdengar pesan seperti ini: “bila orang biasa suka melihat cahaya, Guru bijaksana suka memancarkan cahaya”. Dan diantara demikian banyak cahaya yang dipancarkan, kebaikan adalah yang paling kerap dipancarkan. Dan setiap jiwa yang kerap memancarkan cahaya, suatu hari bisa mengerti ternyata kehidupan adalah sebuah tarian cahaya.
 
Sumber : http://gede-prama.blogspot.co.id/2014/05/TarianCahaya.html

Monday, October 19, 2015

Apa itu Teman ?

Pernahkah anda berpikir apa itu teman apakah dia yang selalu menjadi orang terdekat kita dialah teman apakah dia yang selalu menbantu kita dialah teman ataupun dia yang selalu menbuat kita bahagia dialah teman.



Menurut penulis sendiri makna teman terlalu dipersempit ketika kita hanya membatasinya sedemikian sesungguhnya teman adalah bagian dari kita teman akan selalu ada dan menjadi bagian dari cerita kita.

Belajar dari HC Andersen

Masihkah kamu ingat dengan kisah itik yang buruk rupa? 
Diceritakan ada seekor anak angsa yang hidup bersama dengan itik-itik yang warna bulunya berbeda. Oleh karena kulitnya berbeda maka si anak angsa ini pun sering kali ditertawakan dan diperlakukan secara berbeda. Dibutuhkan waktu yang begitu lama hingga akhirnya si anak angsa ini menyadari bahwa ia tidaldah jelek. Hanya saja ia tidak berasal dari kawanan itik itu, tetapi dari kawanan angsa. 
 
Ya, begitulah kira-kira kisah si anak itik buruk rupa. Tahukah kamu siapa pengarangnya? Pengarangnya adalah penulis cerita anak terkenal dari Denmark, Hans Christian Andersen atau populer dengan nama HC Andersen. Namun, belakangan akhirnya diketahui Bahwa kisah anak itik buruk rupa adalah kisah pribadi HC Andersen ini. Rupa-rupanya, melalui kisah ini, HC Andersen bercerita tentang dirinya sendiri. SelamaBertahun-tahun, ia minder dengan dirinya. Ia minderDengan hidungnya yang terlalu mancung dan lancip, lekuk mukanya yang jelek. Singkat cerita, HC Andersen, dulunya adalah anak yang sangat minder. Namun, akhirnya kemampuannya menulis cerita mengubah segalanya.

Sunday, October 18, 2015

SEKARMAJI MARIJAN KARTOSUWORYO : PEMBERONTAK ATAU PEJUANG

Masih ingat dengan Sekarmaji Marijan Kartosuworyo (SMK)? Ia terlibat dalam beberapa organisasi pergerakan yang dibentuk oleh para pemuda Indonesia pada saat itu, seperti Jong Islamic Bond. Ia berguru pendidikan agama pada HOS Tjokroaminoto yang juga guru agama dari Soekarno, seorang tokoh pergerakan Syarikat Islam.

Nama SMK tidak muncul dalam dokumen atau buku-buku sejarang perjuangan bangsa, padahal ia juga menjadi bagian yang ikut andil dalam perumusan terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagai konsumen sejarah, kita lebih disuguhi oleh informasi bahwa Ia merupakan tokoh pemberontak yang berasal dari Jawa Barat. Ia adalah Imam besar Negara Islam Indonesia yang diproklamirkannya saat NKRI sedang vacuum of power. Secara geografis, Indonesia saat itu hanya Jogjakarta saja, sementara daerah lainnya termasuk ke dalam Negara persemakmuran atau Serikat.
resep donat empuk ala dunkin donut resep kue cubit coklat enak dan sederhana resep donat kentang empuk lembut dan enak resep es krim goreng coklat kriuk mudah dan sederhana resep es krim coklat lembut resep bolu karamel panggang sarang semut